Minggu, 19 Februari 2012

Resiko, Hak, dan Kewajiban Harus Seimbang, Bro !



Setiap pekerjaan tetap ada resiko yang harus dihadapi. Hak dan kewajiban dari setiap pekerjaan melekat dengan erat tidak bisa dipisahkan. Karena keduanya berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Resiko, hak, dan kewajiban bersatu dan menemani setiap jenis pekerjaan. Tidak memandang apakah pekerjaan tersebut berada di dalam ruangan atau di luar ruangan. Tidak juga memperdulikan dimanakah pekerjaan tersebut dilakukan; di daratkah, di lautkah, atau di ketinggian angkasa sekalipun. Juga tidak mempermasalahkan siapakah yang mengerjakannya, kaum lelaki ataukah perempuan. Setiap yang bekerja tentu menyadari hubungan antara resiko, hak, dan kewajiban.

Antara ketiga hal yang saya sebutkan diatas,  inilah yang senantiasa dikelola oleh siapa saja yang bekerja, sesuai dengan porsinya masing-masing. Pengelolaan yang baik terhadap ketiga hal tersebut sudah memberikan satu langkah kemajuan untuk mencapai keberhasilan. Teori manasaja yang berkenaan dengan pencapaian keberhasilan dalam pekerjaan selalu mengajarkan untuk menyeimbangkan antara ketiganya. Ketidakseimbangan antara ketiganya hanya memberikan sesuatu yang tidak  maksimal pada akhirnya. Kalaupun boleh dikatakan, maka bayang-bayang kegagalan selalu menaungi pekerjaan tersebut.  Dan tidak ada manusia yang menginginkan terjadi kegagalan pada pekerjaan yang dilakukannya. Meskipun kecil kegagalan tersebut.  

Manusia dalam melakoni pekerjaannya menginginkan keberhasilan. Tidak ada yang menginginkan kegagalan dalam pekerjaannya. Resiko siap dihadapi, meski terkadang tidak masuk akal pada sebagian orang, demi mencapai keberhasilan tersebut. Kata orang, semakin besar resiko yang dihadapi maka semakin tinggi pula kejayaan yang akan didapat. Namun harus diingat bahwa tidak semua manusia memiliki daya tahan yang kuat dalam menanggung resiko yang dihadapi. Dan di sisi yang lain, ada juga sebagian kecil manusia yang tidak berkeinginan mengambil resiko. Istilahnya mencari selamat saja. Mereka hanya menginginkan yang biasa-biasa saja. Tidak berambisi mencapai keberhasilan yang lebih dalam hidupnya. Bagi mereka cukuplah yang dikerjakan pada hari ini dapat diselesaikan dengan baik. Lebih dari pekerjaannya , mereka lebih sering menolak daripada menerimanya. 

Antara resiko, hak, dan kewajiban berjalan dengan sendirinya ketika pekerjaan dilaksanakan. Mengiringi setiap detik proses pekerjaan yang dilakukan.  Seimbangkanlah antara ketiganya maka keberhasilan semakin dekat untuk digenggam. Melupakan ketidakseimbangan antara ketiganya bukanlah sebuah tindakan yang baik untuk dilakukan.  Dengan demikian yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah waktu yang disediakan untuk penyelesaian sebuah pekerjanaan harus diperhatikan dengan secermat mungkin. Efektif dan efisien adalah kata kunci untuk meraih keberhasilan yang diinginkan.
Setuju, Bro ?